Di blog ini dilarang merokok, keep your smile ^_^ Di blog ini dilarang merokok, keep your smile ^_^ Di blog ini dilarang merokok, keep your smile ^_^ Di blog ini dilarang merokok, keep your smile ^_^

Menjadi IT Entrepreneur Sukses

Posted by brmppadi
On Monday, July 15, 2013

Menjadi IT Entrepreneur Sukses

entrepreneur-mas-anto“Apapun jurusan IT-mu, yang penting kalau lulus bisa apa ?”. Itu yang saya sampaikan kepada para peserta Mercusuar Leadership Training (MLT) 2013 di Wisma Bu Kris Citeko Cisarua Bogor pada tanggal 10 – 12 Mei 2013. Pada acara kegiatan kemahasiswaan itu saya didapuk oleh panitia untuk menyampaikan materi tentang IT (information technology), setelah melakukan pertimbangan sana-sini akhirnya saya menyampaikan materi “IT Entrepreneur” atau Wirausaha Bidang IT.
Sekilas judul materi tersebut bernuansa keren dan berat, tapi setelah saya sampaikan “apakah ada yang menjadi teknisi komputer atau punya warnet atau guru TIK ?”, beberapa peserta menunjuk tangan, dan “anda semua merupakan IT entrepreneur !”.
Apa itu Entrepreneurs ?
Menurut Oxford dictionary …
“a person who sets up a business or businesses”
(orang yang membuat bisnis atau pengusaha)
Menurut Merriam-Webster …
“one who organizes, manages, and assumes the risks of a business or enterprise ”
(orang yang mengatur, mengelola, dan mengambil risiko bisnis atau perusahaan)
Menurut Wikipedia
“An entrepreneur is a person who has possession of an enterprise, or venture, and assumes significant accountability for the inherent risks and the outcome. It is an ambitious leader who combines land, labor, and capital to create and market new goods or services”
(Seorang pengusaha adalah orang yang memiliki kepemilikan suatu perusahaan, atau usaha, dan mengasumsikan akuntabilitas yang signifikan bagi risiko yang melekat dan hasilnya. Ini adalah pemimpin ambisius yang menggabungkan lahan, tenaga kerja, dan modal untuk menciptakan dan memasarkan barang atau jasa baru).
Contoh wirausahawan IT yang sukses dan menjadi bagian dari orang kaya di dunia seperti Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple), Mark Zuckerberg (Facebook), Larry Ellison (Oracle), Jerry Yang dan David Fillo (Yahoo), Larry Page dan Sergey Brin (Google), Jeff Bezos (Amazon.com), Andrew Darwis (Kaskus) dan masih banyak lagi orang-orang muda kreatif di jagat IT.
Semuanya berawal dari sebuah ide, ide yang dikombinasikan dengan analisis kebutuhan pengguna serta sentuhan bisnis yang kuat sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi. Memulai itu kadang sulit karena masih ada rasa ketidakyakinan, tapi dapat membaca peluang dan mengeksekusi dengan tepat dengan analisis bisnis yang akurat, jadilah wirausahawan bidang IT.
Statistik IT Entrepreneur
Ide-ide muncul kemudian dengan penuh semangat mencoba untuk terjun ke dalam bisnis IT, ada yang sukses tapi banyak juga yang gagal. Berikut statistik IT Entrepreneur :
  • Hanya 30% bisnis start-up bertahan lebih dari 5 tahun.
  • Diperkirakan 1 juta orang memulai bisnis baru tiap tahunnya.
  • Hanya setengah dari orang-orang memulai suatu perusahaan dan hanya setengah dari perusahaan-perusahaan bertahan.
  • 98% berpendapatan kecil dengan sedikit karyawan
  • 90% kegagalan karena tidak mempunyai perencanaan bisnis yang baik.
Prosentase diatas bisa aja berubah seiring ketatnya persaingan dan perkembangan teknologi. Menarik melihat bahwa kegagalan mencapai 90% karena tidak mempunyai perencanaan bisnis yang baik. Orang yang berkecimpung dibidang IT seringkali tidak mempunyai pengetahuan bisnis yang baik, maka untuk terjun dalam dunia bisnis harus dapat mengkombinasikan teknologi dengan bisnis. Jika pernah melihat film Social Network, film yang menceritakan bagaimana situs media sosial Facebook lahir dan besar seperti sekarang, Zuckerberg seorang programmer jenius tapi tidak mempunyai keahlian bisnis, berkat kerjasamanya dengan teman sekamar yang mengerti bisnis, akhir Facebook bisa besar seperti sekarang ini. Walau di akhirnya permasalahan terjadi karena ketidaksepakatan dan kesepahaman terutama terhadap hak cipta dan juga keuangan.
Apa yang menjadi faktor kegagalan dalam bisnis ?
  • Lack of Skills / kurang ketrampilan
  • Sales Problems / masalah penjualan
  • Financial Control / pengelolaan keuangan
  • Lack of Funds / kurang dana
  • Marketing Issues / permasalahan pemasaran
Teknologi hanya sebuah teknologi saja, teknologi menjadi “sesuatu” jika dikembangkan dan digunakan oleh orang banyak. Pengembangan dan produksi, tahapan ini yang membutuhkan sentuhan bisnis dan dapat membaca peluang.
Faktor Kriteria IT Entrepreneur Sukses
  • Leadership Skills?
  • Management Traits?
  • Passion?
  • Risk Taker?
  • Creative/Innovative?
  • Planning?
  • Marketing?
  • Need for achievement?
  • Timing?
  • Luck?
Bisnis IT apa yang dibangun ?. Kembalikan kepada diri sendiri. Apa yang bisa dijual (kemampuan/ketrampilan) dari diri kita?. Tentukan, kuatkan dan mulailah !. Bisnis kan butuh modal. Sekarang ini modal dapat diusahakan, asal mempunyai karya kreatif dan inovatif serta menjanjikan nilai ekonomi tinggi. Menjadi start-up sukses butuh karya unik dan prospektif. Lihat bagaimana Instagram dibeli Facebook dan masih banyak lagi.
Bisnis IT apa yang cocok di Indonesia ?
  • Perusahaan pengembangan perangkat lunak aplikasi (software house).
  • Konsultan Implementasi Teknologi Informasi baik itu implementasi hardware maupun implementasi software.
  • Distributor dari produk-produk IT, baik hardware ataupun software.
  • Training dan pendidikan bidang IT.
Mahasiswa IT punya banyak peluang sesuai dengan minat dan kemampuan. Menjadi programmer, konsultan, jual-beli hardware dan software atau menjadi trainer/guru bidang IT. Setelah lulus kuliah IT terus menjadi karyawan itu pamali, tapi seharusnya mempunyai karyawan, itu asyiik..

Sumber bacaan :
http://web.binus.ac.id/bec/Articles/Articles2.aspx 

Puasa adalah Gemblengan Spiritual Menuju Insan Kamil

Posted by brmppadi
On Wednesday, July 10, 2013
Puasa tentu bukan sekadar menahan lapar, dahaga dan hubungan seks. Yang teramat penting puasa sebagai latihan spiritual untuk mencontoh sifat-sifat Tuhan, sebagaimana dalam hadis takhallaqu bi akhlaqillah "(berakhlaklah sebagaimana akhlak Allah Swt). Al Qur'an menyebutkan "huwa yuth'im wa la yuth'am" (Tuhan memberi makan dan tidak diberi makan) (QS 6:14) dan "lam takun lahu shahibah" (Tuhan tidak memiliki pasangan) (QS 6:101).

Bukankah dalam berpuasa kita tidak boleh makan, minum, dan berhubungan seks, sebaliknya kita diwajibkan berzakat fitrah, yaitu memberi makan kepada orang yang butuh. Harapan terakhir kita dengan menjalankan ibadah puasa agar kita mencapai kualitas 'insan kamil' (manusia paripurna), suatu kualitas spiritual yang paling diidealkan oleh umat Islam. Insan Kamil sesungguhnya tidak lain adalah internalisasi sifat-sifat Tuhan ke dalam diri kita sebagaimana dicontohkan oleh pribadi Rasulullah SAW.

Akhlak Tuhan dapat dikenal melalui sifat-sifat-Nya sebagaimana tergambar dalam nama-nama indah-Nya (al-Asma al-Husna). Ibarat seuntai tasbih nama-nama Indah itu berjumlah 99, dimulai dari lafzh al-jallah (Allah), dengan simbol angka 0 (nol), yang biasa dianggap angka kesempurnaan, disusul dengan ar-Rahman (Maha Pengasih), ar-Rahim (Maha Penyayang), al-Lathif (Maha Lembut), al-Jamal (Maha Indah), dan seterusnya sampai ke angka 99, ash-Shabur (Maha Sabar) dan kembali lagi ke angka nol, Allah (lafz al-Jalalah), atau kembali ke pembatas besar dalam untaian tasbih. Simbol angka nol berupa lingkaran atau titik, menggambarkan siklus kehidupan bagaikan sebuah lingkaran, yang bermula dan berakhir pada satu titik, yang diistilahkan oleh Al Qur'an: inna li Allah wa inna ilaihi raji'un (kita berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya).

Dalam perspektif tasawuf, nama-nama indah Tuhan bukan hanya menunjukkan sifat-sifat Tuhan, tetapi juga menjadi titik masuk (entry point) untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya. Setiap orang dapat mengakses dan mengidentifikasikan diri dengan nama-nama tersebut. Seseorang yang pernah berlumuran dosa lalu sadar, dapat menghibur diri dan membangun rasa percaya diri melalui identifikasi diri dengan nama al-Ghafr (Maha Pengampun) dan at-Tawwab (Maha Penerima Taubat), sehingga yang bersangkutan tetap mempunyai harapan dan tidak perlu kehilangan semangat hidup.

Tuhan memiliki kesempurnaan, antara lain tercermin dari keutuhan dua sifat-sifat sejati di dalam dirinya, yaitu sifat-sifat maskulinitas ("The Masculine God") dan sifat-sifat femininitas ("The Feminine God"). Di antara 99 nama indah-Nya, yang lebih dominan ialah sifat-sifat feminitas. Ini mengisyaratkan bahwa Tuhan lebih dominan sebagai pengasih dan penyayang daripada pemurka dan pendendam. Seseorang yang mendekati Tuhan lewat pintu feminin akan mengesankan Tuhan bersifat immanen, dekat, berserah diri, dan lebih tepat dicintai daripada ditakuti. Sebaliknya, seseorang yang mendekati Tuhan lewat pintu maskulin akan mengesankan Tuhan bersifat transenden, jauh, dominan, struggeling, dan menakutkan.

Di dalam bulan suci Ramadan, Tuhan lebih terasa sebagai The Feminine God daripada The Masculine God. Menurut para sufi, jalur tercepat mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhan ialah jalur yang pertama. Bahkan Syekh Muhyiddin ibn 'Arabi pernah mengatakan kepada muridnya: "Jika kalian ingin memotong jalan menuju Tuhan, terlebih dahulu kalian harus menjadi 'perempuan'. Menurutnya, unsur kelelakian merepresentasikan sifat al-jalal Tuhan, sedangkan unsur keperempuanan merepresentasikan sifat al-jamal Tuhan. Dalam bulan suci Ramadan, yang juga disebut bulan cinta (syahr al-hubb), Tuhan lebih banyak memperkenalkan dirinya sebagai The Feminine God.

Salah satu bentuk kemahapengasihan Tuhan ialah menganugerahkan bulan Ramadan (secara harfiyah: penghancur, penghangus). Setelah 11 bulan hambanya terasing di dalam kehidupan yang kering dan penuh dengan suasana pertarungan (power struggle), maka dalam bulan Ramadan ini kita diajak untuk kembali ke kampung halaman rohani, yang basah dan menyejukkan, serta penuh dengan suasana lembut (nurturing). Bulan Ramadlan ibarat oase di tengah padang pasir, memberikan kepuasan kepada kafilah yang sedang berlalu. Bulan Ramadlan adalah manifestasi dari rahmniyah dan rahimiyah Tuhan.

Sebagai orang yang berpuasa, selayaknya tidak saja menaruh kasih dan perhatian kepada sesama manusia, melainkan juga kepada makhluk-makhluk Tuhan yang lain. Idealnya orang yang berpuasa sudah dapat menciptakan kualitas ukhuwwah basyariyyah, ukhuwah islamiyyah, dan ukhuwah makhluqiyyah.

Kualitas muttaqin yang dijanjikan Tuhan bagi mereka yang menjalankan puasa secara ikhlas dan baik bukanlah janji sederhana. Kualitas muttaqin merupakan dambaan setiap orang. Selain akan dilihat sebagai rahmat oleh sesama manusia dan sesama makhluk Tuhan, yang bersangkutan juga akan mendapatkan pengalaman spiritual yang mengasyikkan.

Seorang yang memiliki Taqwa akan merasakan kelapangan dada, meniru sifat Tuhan yang Maha Lapang (al-wasi'). Hujatan dan celaan atau pujian dan sanjungan apapun yang diadreskan orang kepadanya tidak lagi akan ditanggapi secara emosi berlebihan karena dadanya sedemikian lapang mampu menampung semuanya. Orang yang bertaqwa sulit dikenali kapan ia ditimpa mushibah dan kapan ia dikaruniai rezki. Ia memberikan respon yang biasa semua yang datang kepadanya. Berbeda orang yang tidak memiliki unsur ketaqwaan, selalu diwarnai suasana batin yang fluktuatif, jika dihujat maka dadanya terasa sumpek dan jika disanjung lehernya akan bertambah panjang.

Orang yang bertaqwa akan menyadari Allah swt sebagai Tuhan makrokosmos dan mikrokosmos. Manusia sebagai makhluk mikrokosmos merupakan bagian yang teramat kecil di antara seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Meskipun dipercaya oleh Tuhan sebagai khalifah di bumi (khala'if al-ardh), manusia tidak sepantasnya mengklaim Allah SWT lebih menonjol sebagai Tuhan manusia daripada Tuhan makrokosmos, karena pemahaman yang demikian dapat memicu egosentrisme manusia untuk menaklukkan, menguasai, dan mengekploitasi alam raya sampai di luar amban daya dukungnya; bukannya bersahabat dan berdamai sebagai sesama makhluk dan hamba Tuhan.

Tuhan tidak hanya memerhatikan kepentingan manusia, sebagaimana pemahaman yang keliru sebagian orang terhadap konsep penundukan alam raya (taskhir) kepada manusia. Seolah-olah konsep taskhr adalah "SIM" untuk menaklukkan alam semesta. Padahal, konsep taskhir sebenarnya bertujuan untuk merealisasikan eksistensi asal segala sesuatu itu sebagai "the feminine nature" yang mengacu kepada keseimbangan kosmis dan ekosistem.

Manusia sebagai khalifah selayaknya menjalankan fungsi kekhalifahannya senantiasa mengidentifikasikan diri dengan "The Feminine God". Sekiranya demikian maka sudah barang tentu tidak akan pernah terjadi disrupsi lingkungan alam dan lingkungan sosial; sebaliknya, yang akan terjadi adalah kedamaian kosmopolit (rahmatan li al-'alamin) di tingkat makrokosmos dan negeri tenteram di bawah lindungan Tuhan (Baldah Thayyibah wa Rab al-Gafr) di tingkat mikrokosmos.

Hanya bagi mereka yang berpuasa yang dapat menjelaskan kaitan antara mikrokosmos, Tuhan, dan makrokosmos. Mereka akan merasakan bagaimana peranan puasa dalam menjalankan misi dan kapasitasnya sebagai khalifah dan representatif Tuhan di bumi.

Orang-orang yang demikian inilah sesungguhnya yang menjalankan konsep ketauhidan yang paling ideal. Mereka menganggap dirinya sebagai makhluk mikrokosmos yang mempunyai konsep kesatuan dengan makhluk makrokosmos. Di tingkat kemanusiaan, mereka dengan sendirinya berupaya menyingkirkan berbagai kesenjangan sosial yang ada di dalam masyarakat dalam upaya mewujudkan keutuhan sesama makhluk mikrokosmos. Konsep integralistik secara internal dan secara eksternal inil merupakan perwujudan prilaku insan kamil dan inilah konsep tauhid yang sesungguhnya.

TAWAKKAL

Posted by brmppadi

Tawakkal yang Sebenarnya

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaaq [65] : 2-3).

Sebagian orang menganggap bahwa tawakkal adalah sikap pasrah tanpa melakukan usaha sama sekali. Contohnya dapat kita lihat pada sebagian pelajar yang keesokan harinya akan melaksanakan ujian. Pada malam harinya, sebagian dari mereka tidak sibuk untuk menyiapkan diri untuk menghadapi ujian besok namun malah sibuk dengan main game atau hal yang tidak bermanfaat lainnya. Lalu mereka mengatakan,”Saya pasrah saja, paling besok ada keajaiban.”
Apakah semacam ini benar-benar disebut tawakkal?! Semoga pembahasan kali ini dapat menjelaskan pada pembaca sekalian mengenai tawakkal yang sebenarnya dan apa saja faedah dari tawakkal tersebut.

Tawakkal yang Sebenarnya
Ibnu Rojab rahimahullah dalam Jami’ul Ulum wal Hikam tatkala menjelaskan hadits no. 49 mengatakan,
”Tawakkal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah ‘Azza wa Jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa ‘tidak ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’.”

Tawakkal Bukan Hanya Pasrah
Perlu diketahui bahwa tawakkal bukanlah hanya sikap bersandarnya hati kepada Allah semata, namun juga disertai dengan melakukan usaha.
Ibnu Rojab mengatakan bahwa menjalankan tawakkal tidaklah berarti seseorang harus meninggalkan sebab atau sunnatullah yang telah ditetapkan dan ditakdirkan. Karena Allah memerintahkan kita untuk melakukan usaha sekaligus juga memerintahkan kita untuk bertawakkal. Oleh karena itu, usaha dengan anggota badan untuk meraih sebab termasuk ketaatan kepada Allah, sedangkan tawakkal dengan hati merupakan keimanan kepada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya),”Hai orang-orang yang beriman, ambillah sikap waspada.” (QS. An Nisa [4] : 71). Allah juga berfirman (yang artinya),”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang.” (QS. Al Anfaal [8] : 60). Juga firman-Nya (yang artinya),“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah” (QS. Al Jumu’ah [62] : 10). Dalam ayat-ayat ini terlihat bahwa kita juga diperintahkan untuk melakukan usaha.
Sahl At Tusturi mengatakan,”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan, pen). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah, pen) maka dia telah meninggalkan keimanan. (Lihat Jami’ul Ulum wal Hikam)

Burung Saja Melakukan Usaha untuk Bisa Kenyang
Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no.310)
Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Pria itu  mengatakan,”Aku tidak mengerjakan apa-apa sehingga rizkiku datang kepadaku.” Lalu Imam Ahmad mengatakan,”Orang ini tidak tahu ilmu (bodoh). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.” Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda (sebagaimana hadits Umar di atas). Disebutkan dalam hadits ini bahwa burung tersebut pergi pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore dalam rangka mencari rizki. (Lihat Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, 23/68-69, Maktabah Syamilah)
Al Munawi juga mengatakan,”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki, yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan sebab, akan tetapi dengan melakukan berbagai sebab yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi bisyarhi Jaami’ At Tirmidzi, 7/7-8, Maktabah Syamilah)

Tawakkal yang Termasuk Syirik
Setelah kita mengetahui pentingnya melakukan usaha, hendaknya setiap hamba tidak bergantung pada sebab yang telah dilakukan. Karena yang dapat mendatangkan rizki, mendatangkan manfaat dan menolak bahaya bukanlah sebab tersebut tetapi Allah Ta’ala semata.
Imam Ahmad mengatakan bahwa tawakkal adalah amalan hati yaitu ibadah hati semata (Madarijus Salikin, Ibnul Qoyyim, 2/96). Sedangkan setiap ibadah wajib ditujukan kepada Allah semata. Barangsiapa yang menujukan satu ibadah saja kepada selain Allah maka berarti dia telah terjatuh dalam kesyirikan. Begitu juga apabila seseorang bertawakkal dengan menyandarkan hati kepada selain Allah -yaitu sebab yang dilakukan-, maka hal ini juga termasuk kesyirikan.
Tawakkal semacam ini bisa termasuk syirik akbar (syirik yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam), apabila dia bertawakkal (bersandar) pada makhluk pada suatu perkara yang tidak mampu untuk melakukannya kecuali Allah Ta’ala. Seperti bersandar pada makhluk agar dosa-dosanya diampuni, atau untuk memperoleh kebaikan di akhirat, atau untuk segera memperoleh anak sebagaimana yang dilakukan oleh para penyembah kubur dan wali. Mereka menyandarkan hal semacam ini dengan hati mereka, padahal tidak ada satu makhluk pun yang mampu mengabulkan hajat mereka kecuali Allah Ta’ala. Apa yang mereka lakukan termasuk tawakkal kepada selain Allah dalam hal yang tidak ada seorang makhluk pun memenuhinya. Perbuatan semacam ini termasuk syirik akbar. Na’udzu billah min dzalik.
Sedangkan apabila seseorang bersandar pada sebab yang sudah ditakdirkan (ditentukan) oleh Allah, namun dia menganggap bahwa sebab itu bukan hanya sekedar sebab (lebih dari sebab semata), seperti seseorang yang sangat bergantung pada majikannya dalam keberlangsungan hidupnya atau masalah rizkinya, semacam ini termasuk syirik ashgor (syirik kecil) karena kuatnya rasa ketergantungan pada sebab tersebut.
Tetapi apabila dia bersandar pada sebab dan dia meyakini bahwa itu hanyalah sebab semata sedangkan Allah-lah yang menakdirkan dan menentukan hasilnya, hal ini tidaklah mengapa. (Lihat At Tamhiid lisyarhi Kitabit Tauhid, 375-376; Syarh Tsalatsatil Ushul, 38; Al Qoulul Mufid, 2/29)

Penutup
Ingatlah bahwa tawakkal bukan hanya untuk meraih kepentingan dunia saja. Tawakkal bukan hanya untuk meraih manfaat duniawi atau menolak bahaya dalam urusan dunia. Namun hendaknya seseorang juga bertawakkal dalam urusan akhiratnya, untuk meraih apa yang Allah ridhoi dan cintai. Maka hendaknya seseorang juga bertawakkal agar bagaimana bisa teguh dalam keimanan, dalam dakwah, dan jihad fii sabilillah. Ibnul Qayyim dalam Al Fawa’id mengatakan bahwa tawakkal yang paling agung adalah tawakkal untuk mendapatkan hidayah, tetap teguh di atas tauhid dan tetap teguh dalam mencontoh/mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta berjihad melawan ahli bathil (pejuang kebatilan). Dan beliau rahimahullah mengatakan bahwa inilah tawakkal para rasul dan pengikut rasul yang utama.

Kami tutup pembahasan kali ini dengan menyampaikan salah satu faedah tawakkal. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala (yang artinya),”Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaaq [65] : 2-3). Al Qurtubi dalam Al Jami’ Liahkamil Qur’an mengatakan,”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat ini kepada Abu Dzar. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya,”Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini, sungguh hal ini akan mencukupi mereka.” Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal, maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. (Jami’ul Ulum wal Hikam, penjelasan hadits no. 49). Hanya Allah-lah yang mencukupi segala urusan kami, tidak ada ilah yang berhak disembah dengan hak kecuali Dia. Kepada Allah-lah kami bertawakkal dan Dia-lah Rabb ‘Arsy yang agung.

Cara mengetahui jenis kulit sendiri

Posted by brmppadi
On Monday, June 24, 2013

Cara mengetahui jenis kulit sendiri


Cara mengetahui jenis kulit sendiri
Cara mengetahui jenis kulit sendiri
Cara mengetahui jenis kulit sendiri
Cara mengetahui jenis kulit sendiri –Berikut adalah bagaimana cara mengetahui jenis kulit sendiri yang pasti tidak semua orang mengerti dan tahu betul. Nah simak tips cara mengetahui jenis kulit sendiri selengkapnya di bawah ini.
Tips cara mengetahui jenis kulit sendiri
KULIT KERING
Ciri-ciri:
  • Jika diraba, kulit terasa agak kasar dan kesat. Pada siang hari menuju malam, kulit terasa lebih kering daripada pagi hari meski dua jam sesudah kamu mengoleskan pelembab.
Waspada yang ini:
  • Kerut keriput halus paling mudah muncul di kulit jenis ini. Kurangnya produksi sebum dan penumpukan sel kulit mati membuat kulit tampak lebih kusam. Kulit kering juga cenderung sensitif.
Cara perawatan :
  • Meski kulit kering, aktivitas membersihkan wajah harus tetap rutin dilakukan. Tapi, hindari pembersih wajah yang berbentuk sabun dan mengandung alkohol.
  • Deterjen dalam sabun dan kandungan alkohol akan semakin mengikis kelembaban kulit. Pilih pembersih wajah yang terdiri dari beberapa langkah, minimal terdiri dari milk cleanser dan toner.  Ingat, pilih yang jenis toner bukan astringent, ya.
  • Meski keduanya sama-sama berfungsi untuk membersihkan wajah, namun kandungannya berbeda. Astringent mengandung alkohol, sedangkan kandungan utama toner adalah air. Toner aman digunakan setiap hari.
KULIT BERMINYAK
Ciri-ciri:
  • Berpori-pori besar , sangat kenyal, dan mengilat terutama saat siang hari saat kelenjar minyak di wajah sedang sangat aktif.
Waspada yang ini:
  • Produksi minyak berlebih seringkali menyumbat pori-pori sehingga komedo dan jerawat lebih mudah tumbuh di kulit jenis ini.
Cara perawatan :
  • Salah satu keuntungan dari kulit berminyak adalah awet muda. Yeap! Kadar minyak berlebih cenderung menjaga kekenyalan kulit sehingga keriput nggak mampir terlalu dini.
  • Makanya, yang perlu kamu lakukan adalah bukan menghilangkan minyak melainkan mengontrol kadar minyak. Gunakan permbersih wajah khusus untuk kulit berminyak.
  • Lakukan eksfoliasi menggunakan scrub berbutir halus, cukup dua kali seminggu. Untuk daerah kulit yang sangat berminyak dan berjerawat, gunakan astringent. Tapi… pilih yang kadar alkoholnya rendah, ya .
KULIT KOMBINASI/NORMAL
Ciri-ciri:
  • Lebih kering di bagian pipi, tapi lebih berminyak di daerah T (dahi, hidung, dagu). Ukuran pori-pori sedang dan umumnya sedikit membesar di sekitar hidung.  Kulit terlihat lebih cerah dan sehat.
Waspada yang ini:
  • Kulit kombinasi cenderung lebih mudah dirawat karena kadar minyaknya masih termasuk dalam kadar normal. Meski begitu, jerawat dan komedo sesekali akan tetap menyerang daerah T.
Cara perawatan :
  • Namanya juga kombinasi, perawatannya pun harus mempadukan perawatan kulit kering dan berminyak, dong.
  • Pilih perawatan kulit yang terdiri dari beberapa langkah untuk memenuhi semua kebutuhan kulit kamu.
  • Setelah menggunakan milk cleanser dan toner, gunakan astringent untuk daerah T untuk mengontrol kadar minyak.
Prev Home

Copyright © 2012 luthfizone | Hatsune Miku Theme | Designed by Yoshua Marchiano